Menjalin silaturahim merupakan sesuatu yang sangat dianjurkan dalam ajaran islam, kukira malah terkesan wajib. Mengapa? Karena selain diperintahkan dalam Al-Qur’an (4:1) juga disebutkan dalam hadits yang berbunyi “Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan (sebagian sumber menyebut “diluaskan”) rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahmi)”. Selain kedua referensi tersebut masih ada beberapa referensi yang silahkan bisa digugel sendiri.
Nah, kita kan baru saja merayakan hari raya Idul Fitri 1432 H. Tentunya tidak lupa dengan tradisi bangsa kita, Indonesia, untuk mudik ke kampung halaman. Mudik ini biasanya dilandasi dengan rasa ingin bertemu dengan orang tua di kampung halaman. Selain itu juga bertemu kerabat-kerabat di kampung. Bagi sebagian keluarga dibarengi dengan pertemuan keluarga yang diikuti oleh seabreg anggota keluarga, kakek, nenek, pakde, bude, paklik, bulik, om, tante, kakak, adik serta tidak jarang ikut pula keponakan-keponakan yang sering bikin rame suasana. Terkadang juga dilanjutkan dengan acara pertemuan keluarga lain jalur atau keliling mengunjungi kerabat-kerabat yang lain.
Bagi sebagian orang tentu kurang beruntung untuk tidak bisa mudik pas lebaran karena kendala transportasi atau lain hal. Tetapi yang patut disayangkan adalah yang merasa mudik adalah sebuah beban. Pengalaman pribadi untuk lebaran tahun ini, walaupun acara pertemuan keluarga yang biasa-biasa saja dan ga jauh beda dengan yang kemarin-kemarin ada beberapa manfaat, bisa dikatakan rejeki juga, seperti bisa menyicipi aneka kuliner yang dibawa oleh saudara. Ada masakan ikan wader dengan irisan petai dan kulitnya dari Padang yang aku lupa namanya atau lele bakar yang diracik sendiri oleh saudara yang buka usaha kuliner di Cilacap, atau rengginang lorjuk yang dibawa dari tanah Madura, dan tidak lupa kuliner khas Jombang, soto dok selain masakan lainnya. Nah itu adalah sebuah kenikmatan bisa makan beraneka ragam kuliner Indonesia di satu tempat. Selain itu juga bisa mendapatkan sedikit pengetahuan tentang pijat refleksi yang semoga saja manjur dipraktekkan ketika mendapat gangguan kesehatan ringan, seperti batuk, pilek, pusing dan gejala flu lainnya. Apa cuma itu saja kegunaan pijat refleksi? Tentu tidak, itu saja yang disebutkan karena sering diderita hehe…
Silaturahim tidak melulu dengan keluarga, tapi juga dengan tetangga-tetangga sebelah atau mereka yang dituakan di kampung. Misalnya berkunjung ke seorang kyai, apabila beruntung bisa mendapat wejangan/nasihat atau malah pengetahuan baru atau didoakan selain kue-kue yang disuguhkan bila ada. Nah itu hanya sebagian dari rejeki yang kurasakan kemarin, kalo ada yang lainnya wallohu a’lam.

0 comments:
Posting Komentar