Rabu, 17 Agustus 2011

Membaca…

Membaca adalah aktivitas yang seharusnya sangat wajar dilakukan sebagai seorang manusia bahkan merupakan sebuah pekerjaan yang sangat penting. Karena baik dilakukan pada saat sebelum memulai sebuah pekerjaan, ketika sedang mengerjakan sebuah pekerjaan ataupun ketika sudah menyelesaikan sebuah pekerjaan. Sebagai sesuatu yang wajar lebih karena kebutuhan manusia untuk bisa bertahan hidup yang secara tidak sadar berusaha mengetahui lingkungannya.

Ceritanya berusaha utak-atik spica kok rasa-rasanya jadi lambat. Samdroid pun dijelajahi. Di sebuah thread yang berjudul “Relocate dalvik-cache to free up space” ditemukan masalah yang sama sekaligus solusinya. Dan untuk solusi tersebut, caranya melalui recovery zip yang seharusnya termasuk dalam kernel LK2.xx yang sudah ku-flash waktu nge-root. Tapi berhubung waktu nge-root kemarin belum muncul apps samdroid tool, jadinya agak bingung untuk merealisasikan solusi tadi. Setelah ubek-ubek beberapa waktu akhirnya ketemu dan sebenarnya pernah dibaca di sini. Yaitu dengan menekan “VolumeDown+Call+EndCall” pada saat handphone mati. Jadi pelajaran hari ini : “kalo membaca jangan terburu-buru”. Kalo menurut istilah tadarus, bacalah dengan tartil hehehe…mekso…

Kembali ke konteks membaca. Membaca seharusnya jadi aktivitas sebelum aktivitas lainnya. Yah membaca basmalah itu juga termasuk Smile. Seorang muslim yang menjadikan Al-Qur’an sebagai salah satu tuntunan untuk hidup, semestinya paham bahwa membaca itu sangat penting karena ayat pertama yang turun adalah “Iqro” yang berarti “Bacalah”. Wah belum apa-apa sudah disuruh membaca. Nah berarti sudah ditunjukkan bahwa membaca itu aktivitas yang memang penting. Yang kemudian dilanjutkan dengan ayat yang artinya “Dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan”. Ketika membaca sebaiknya mengingat sang Tuhan yang telah menciptakan. Apa yang dibaca? Imho, dari ayat kedua itu sudah ditunjukkan bahan bacaan pertama, yaitu Tuhan yang menciptakan. Tentunya bukan membaca Tuhan yang pengetahuan manusia bersumber padaNya, melainkan mengetahui adanya Tuhan dan mengenalnya melalui ciptaanNya, baik di bumi dan di langit serta apa yang ada di antaranya. Secara kasar, kukira ilmu alam juga termasuk. Dan ayat selanjutnya mempunyai arti “Yang menciptakan manusia dari segumpal darah”. Kukira tidak menyalahi tafsir yang sudah ada jika menyebut ayat ini sebagai bahan bacaan selanjutnya yang memberikan topik tentang manusia dan asal-usulnya. Yang terakhir ini kukira lebih ke arah ilmu medis dan humaniora. Nah bila melihat dari tiga ayat tersebut, bisa dikatakan bahwa dalam kehidupannya manusia ditunjukkan untuk membaca (dibaca : mempelajari) ciptaan Sang Kholik untuk mengingat dan mengenalNya. (Untuk bagian ini bila ada salah kalimat atau pengertian, mohon koreksinya untuk menambah pengetahuan yang ala kadarnya ini).

Membaca, selain sebagai sarana untuk menuntut ilmu dan menambah wawasan (seseorang bisa menjelajah bumi, menyelami lautan dan mengarungi angkasa melalui sebuah buku), dalam konteks lain bisa juga sebagai sarana untuk memperbaiki diri atau dalam bahasa kerennya disebut feedback. Misalnya dalam sebuah sistem kendali, sebuah proses dibaca untuk diumpankan balik untuk dibandingkan dengan tujuan proses sehingga bisa diambil tindakan yang dapat mendekatkan kepada tujuan. Wah TF-nya keluar hehe.. Ya memang demikian secara umum. Untuk hal-hal yang lain kukira cuma istilahnya saja yang beda tetapi maksudnya kurang lebih sama. Misalkan dalam pembawaan diri tentunya dengan membaca situasi kita bisa menjauhkan sikap-sikap yang dzolim baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.

Dalam rangka peringatan Kemerdekaan RI yang ke-66 ini tentunya kita sebagai warga negara juga perlu membaca, dalam hal ini kondisi negara Indonesia. Apakah sudah semakin mendekati tujuan negara seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dan apakah proses bernegara sudah berlangsung sesuai dengan Pancasila? Yang hasil dari membaca bisa kita gunakan untuk mengambil langkah ke masa depan yang lebih baik. Nah membaca itu sangat penting dan banyak manfaatnya bukan ? Open-mouthed smile

Jadi, selamat membaca!

0 comments: