Setiap literatur bisa diartikan sesuai dengan perspektif masing-masing pembacanya. Perspektif membawa pemikiran ke dalam kerangka berpikir tertentu yang bisa jadi berbeda bagi tiap-tiap orang. Andaikan ada yang bisa melihat berbagai perspektif tersebut, layaknya melihat suatu benda dari sisi-sisi yang berbeda. Mungkin ada yang bilang seperti pada posisi vantage point terhadap benda tersebut. Atau layaknya melihat seekor gajah secara keseluruhan tidak seperti orang buta yang mencoba mengenal gajah.
Berikut adalah 5 faktor dalam penyusunan strategi menurut Sun Tzu dalam seni perang :
The MORAL LAW causes the people to be in complete accord with their ruler, so that they will follow him regardless of their lives, undismayed by any danger.
HEAVEN signifies night and day, cold and heat, times and seasons.
EARTH comprises distances, great and small; danger and security; open ground and narrow passes; the chances of life and death.
The COMMANDER stands for the virtues of wisdom, sincerity, benevolence, courage and strictness.
By METHOD AND DISCIPLINE are to be understood the marshaling of the army in its proper subdivisions, the graduations of rank among the officers, the maintenance of roads by which supplies may reach the army, and the control of military expenditure.
Menurutku dalam sebuah perspektif, kelima kalimat di atas menjadi kalimat-kalimat di bawah ini :
Pemimpin dengan tujuan dan kerangka moral yang baik akan diikuti tanpa menghiraukan nyawa dan bahaya.
Langit atau apapun yang tak berbentuk namun memberikan arti, janganlah tidak engkau hiraukan.
Bumi atau apapun yang terlihat bentuknya jangan malah dilupakan. Hanya orang bodoh yang tidak memperhatikan lingkungan sekitarnya.
Kepemimpinan itu mewujudkan kebijaksanaan, ketulusan, dan kebajikan dengan disertai keberanian dan ketegasan dalam bersikap untuk mencapai tujuannya.
Dengan pengelolaan (metode dan disiplin) yang baik, tujuan (niat) yang baik bisa tercapai.Sesuatu yang kukira lebih mengarah ke kepemimpinan daripada penyusunan strategi untuk berperang. Secara alamiah seorang manusia mempunyai bakat kepemimpinan, minimal kepemimpinan untuk dirinya sendiri. Seperti yang pernah diberitahukan bahwa manusia adalah untuk menjadi pemimpin di muka bumi. Sehingga tidak lah salah bila seorang pemimpin yang baik pastilah seorang manusia yang baik pula. Entah menurut orang lain. Bahkan pemahaman yang diperoleh ketika membaca 5 kalimat-kalimat Sun Tzu di atas bisa berbeda karena setiap orang bisa saja memiliki perspektif yang berbeda. Jadi bagaimana menurutmu?

0 comments:
Posting Komentar