Naik kereta akhir-akhir ini jadi lebih nyaman rasanya. Tulisan ini pun dibuat sambil bersila di kursi sambil menikmati pemandangan pegunungan di sore hari dan ditemani biskuit dan minuman isotonik favorit. Bahkan sebelumnya tidak kurasakan kenyamanan ini ketika naik kereta bisnis.
Semenjak diberlakukannya tidak ada tiket berdiri, tingkat kenyamanan di kereta bisnis jadi meningkat. Secara fisis, dengan jumlah penumpang maksimum per gerbong dapat diprediksi tentunya akan lebih mudah untuk mencapai tingkat kenyamanan termal secara desain dan penerapannya. Selain itu kebutuhan ruang untuk bergerak lebih bisa terpenuhi dan setiap penumpang pun tidak perlu berebut oksigen dengan penumpang lain.
Kukira pengaruhnya tidak hanya di kereta bisnis tetapi juga dirasakan di kereta ekonomi. Tadi sebelum naik, sempat ngobrol dengan seorang bapak pensiunan yang bepergian bersama keluarganya dengan kereta ekonomi dari Kutoarjo menuju Padalarang dan sedang transit di Kiara Condong. Beliau menceritakan bahwa beliau merasa nyaman dengan perjalanannya dengan hanya tersedia tiket duduk. Tidak ada lagi orang yang ber-usel-usel-an di kereta api layaknya ikan pindang. Tapi beliau juga menceritakan kompensasinya bahwa tidak lagi dengan mudah mendapatkan tiket kereta. Beliau berpikiran harus memesan 2 hari sebelumnya untuk mendapatkan tiket tersebut. Beliau mendapatkan tiket buat dirinya dan keluarganya melalui calo.
Dirasakan memang untuk sebuah perbaikan perlu ada kompensasi. Tapi kompensasi pun sebaiknya tidak dirasakan membebani konsumen. Antrian yang panjang dan tidak mudahnya untuk mendapatkan tiket langsung adalah salah satu akibat langsungnya. Permasalahan itu perlu disikapi dengan bijak agar tidak timbul hal-hal yang malah merugikan konsumen seperti lahirnya calo-calo tiket yang menarik tarif lebih tinggi bahkan 2 kali lipat seperti yang dialami bapak pensiunan itu. Penerapan sistem pelayanan tiket yang memudahkan konsumen wajib rasanya untuk tindak lanjut kebijakan sekarang ini.
Kukira tidak adanya tiket berdiri ini merupakan kebijakan yang baik yang perlu ditegakkan di semua operasional kereta api di Indonesia. Tapi kukira masih belum semuanya karena masih saja terjadi "pemindangan penumpang" untuk beberapa kereta KRD yang sempat kulihat sendiri.
Sudah selayaknya bangsa ini mendapatkan layanan masyarakat yang memanusiakan bangsa ini. Andaikan ini terlaksana di semua lini layanan masyarakat, kukira tidak ada lagi pencaplokan wilayah oleh negara tetangga.
-


0 comments:
Posting Komentar