Apa itu sebenarnya visi, yang seringkali di dengar ketika sedang diadakan pemilhan seseorang untuk mengisi jabatan tertentu? Ada yang mengatakan itu sebagai sebuah pandangan kedepan atas apa yang sedang dihadapinya sekarang. Apa jadinya bila visi itu ada? Ada yang bilang bisa dengan mudah menjabarkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mewujudkan visi tersebut. Terus apa bedanya dengan cita-cita? Kukira tidak ada bedanya. :)
Adanya visi atau cita-cita, tentu akan membuat hidup jadi lebih terarah. Seperti pada saat naik gunung, walaupun tidak tahu pasti rute yang ditempuh tetapi sudah jelas tujuannya adalah puncak gunung. Tentu tidak hanya butuh sekedar tahu kejelasan visi tetapi juga perlu pengetahuan tambahan untuk dapat menwujudkan visi tersebut. Seperti nasihat "ilmu dulu sebelum bertindak dan berkata". Dengan demikian pencapaian visi tersebut akan lebih mudah.
Bagaimana tidak lebih mudah? Melakukan sesuatu secara sistemik akan lebih mudah daripada asal tambal-sulam. Adanya kejelasan visi akan lebih memudahkan untuk membuat sebuah rangkaian kerja yang sistemik sehingga apabila visi tersebut tidak akan tercapai ketika umur kita sudah selesai, visi tersebut bisa diwariskan dengan mudah ke orang lain atau generasi penerus. Hehehe... jadi teringat lagunya Dreamtheater yang berjudul "The Spirit Carrries On".
If I die tomorrow
I'd be allright
Because I believe
That after we're gone
The spirit carries on
Apabila pencapaian tersebut dilakukan asal mengerjakan saja dengan tambal sulam, rasanya seperti orang buta yang berlari menuju sumber suara. Tidak tahu apa yang menghadang, apakah tembok ataukah jurang. Sehingga apabila diwariskan ke orang lain atau generasi penerus, akan dimulai dari titik awal pengerjaan bukannya pada saat titik ketika diwariskan. Bukankah ini hanya buang-buang waktu? Bagi umat muslim ini adalah aib bukan? Karena sudah dianjurkan untuk lebih baik dari hari kemarin oleh Rasululloh SAW.
So, are you visioner enough? Semoga jadi lebih baik setiap hari untuk masa depan yang baik. :)

0 comments:
Posting Komentar