Minggu, 15 Mei 2011

'Ain, Lam dan Mim

Teringat canda dengan kawan waktu dulu tentang huruf-huruf hijaiyah penyusun kata ilmu (علم). Dengan ringan mencoba memberi simbol huruf-huruf 'ain, lam dan mim melambangkan sikap-sikap seorang pelajar. Walaupun yang teringat jelas hanyalah ketika membahas huruf 'lam' yang seperti anak pancing itu.
Marilah kita coba mengingat-ingat kembali yang mungkin tidak sama persis dengan waktu itu. Dengan melepaskan imajinasi yang masih dalam batas nilai-nilai Islam insyaAlloh juga bermanfaat. Huruf pertama adalah 'ain (ع) dimana dalam penulisannya merupakan huruf 'ain yang akan disambung. Jika dilihat dari bentuknya seperti orang yang sedang sujud. Orang yang sujud itu merendahkan dirinya kepada siapa dia menghadap. Sebagai muslim tentunya kita hanya bersujud hanya pada Allah Swt yang pengetahuanNya meliputi langit dan bumi serta di antaranya tidak terlepas sesuatu apapun. Dengan ringan bisa disimpulkan bahwa kita dalam menuntut ilmu harus bermodalkan takwa kepada Yang Memiliki Ilmu. Gampangnya bagaimana kita mau mendapatkan ilmu tapi tidak mau bertakwa kepada Yang Punya Ilmu.
Sedangkan huruf kedua adalah lam (ل) yang seperti anak pancing itu. Huruf ini mengingatkan pada kegiatan memancing yang tampak hanya diam dan menunggu tanpa banyak bergerak sampai umpan termakan ikan. Andaikan kita banyak bergerak tentunya ikan pun tidak akan mendekat. Dalam memancing dibutuhkan kesabaran untuk bisa mendapatkan seekor ikan. Demikian juga dalam menuntut ilmu, kesabaran adalah modal penting dalam belajar. Ada beberapa kisah dalam hal kesabaran ketika menuntut ilmu. Salah satunya kisah yang tercantum di Al-Qur'an yaitu ketika nabi Musa a.s. belajar pada nabi Khidir a.s. atau kisah lainnya yang relevan di masa kini terutama yang sering dialami oleh para pengguna linux ketika harus RTFM :)
Untuk huruf ketiga, yaitu mim. Penulisan ekor mim bisa ke belakang atau turun. Ambil saja yang penulisan menurun (م). Bentuk ini seperti kecambah atau tunas. Untuk bisa tumbuh besar menjadi pohon yang besar dan berbuah serta dapat diambil manfaatnya atau berguna maka perlu dipelihara (disiram dan juga dipupuk). Sama juga dengan ilmu supaya bisa berkembang dan bermanfaat perlu untuk dipelihara, yaitu dengan cara disegarkan terus dan diamalkan. Bukankah ada perkataan bahwa ilmu semakin dibagikan maka akan semakin bertambah?
Semoga manfaat :)

0 comments: